Sunday, October 2, 2016

ETIKA Dalam Berkomputer Dan Berinternet

NAMA                 : I KADEK DONNY FERNANDA
NIM                     : 1605551087
MATA KULIAH : APLIKASI SOSIAL MEDIA
DOSEN               : I PUTU AGUS EKA PRATAMA, S.T., M.T.

TEKNOLOGI INFORMASI/TEKNIK/UNIVERSITAS UDAYANA




ETIKA DALAM BERKOMPUTER DAN BERINTERNET





Etika secara umum, dapat dikatakan bawhwa etika mencakup ilmu (yang memuat etis didalamnya), kumpulan nilai akhlak (asas) yang memuat hak dan kewajiban moral serta mana yang baik dan mana yang buruk di dalam masyarakat. Hal inim enjadikan etika harus diataati daj dipatuhi di dalam kehiduphan bersama dalam suatu kelompook masyarakat. Contoh kita dalam beretika di masyarakat adalah menghormati orang yang lebih tua di lingkungan kita, misalnya saat kita lewat di depan orang yang lebih tua kita membungkukan badan dan bilang ‘permisi’, begitu pula kita menghormati antar umat beragama yang merupakan salah satu etika di dalam masyarakat.

Setelah memahami tentang etika maka kini saya akan membahas tentang Etika Komputer. Etika Komputer sangat penting didalam hubungan dan interaksi antarpengguna komputer, untuk menciptakan suasana yang kondusif. Etika Komputer didefinisikan sebagai sekumpulan asas dan akhlak dari perbuatan yang dianggap baik dan terpuji, yang berkaitan dengan pemanfaatan komputer dan interaksi antarpengguna komputer. Contoh perilaku yamg tidak beretika di dalam Etika Komputer adalah seperti Menggunakan perangkat komputer untuk membahayakan orang lain, mengintip file pribadi orang lain. Mengambil hasil intelektual orang lain untuk diri kita sendiri atau orang lain, menggunakan atau menyalin perangkat lunak yang belum dibayar, dan lain sebagainya.

Adapun manfaat etika komputer yaitu:
1.      Menciptakan suasana kondusif dan nyaman pada setiap pengguna komputer dan internet di dalam berdiskusi, berkomunikasi, dan memanfaatkan akses internet sesuai kebutuhan masing masing.
2.      Suasana yang nyaman dan kondusif merangsang proses pembelajaran dan berbagi ilmu di internet makin baik, terbukti dengan makin banyaknya teknologi internet yang berkembang dari waktu ke waktu.
3.      Menciptakan masyarakat dunia yang cerdas dan melek terhadap teknologi informasi, termasuk juga masyarakat indoneisa.
4.      Menciptakan kerukunan hidup antar oengguna internet di dunia, yang berdampak kepada kerukunan antar Negara di dunia nyata. Komunikasi secara online yang menciptakan keakraban, kemudian dapat berlangsung secara langsung (fisik)  melalui gathering (kumpul-kumpul), seminar, konferensi, dan lainnya.
5.      Menciptakan proses pemerintahan yang jujur, bersih, dan adil, dengan adanya Etika Komputer di dalam proses musyawarah online dan demokrasi. Di Amerika Serikat dan juga di Indonesia, informasi pemilihan umum dan para kandidat dapat diakses dengan baik melalui internet. Masyarakat memperoleh pembelajaran demokrasi dan pembelajaran penyelenggaraan pemerintahan yang baik, untuk bersama-sama mengawasi jalannya pemerintahan. Misalnya dengan adanya E-Government dan E-Governance yang mana masyarakat dapat turut aktif memberikan sumbangan pemikiran, pendapat, ide, secara terbuka dan penuh etika. Hal yang sama juga dengan pemerintah di dalam menanggapi dan menyikapi secara terbuka dan beretika.

Etika Komputer di Internet (Netiket)
Netiket merupakan etika yang digunakan di dalam berinteraksi dengan pengguna internet lainnya secara online, terdapat setidaknya tiga buah ranah di mana kita semua sebagai pengguna internet wajib mengikuti, menaati, dan melakukan Netiket dengan baik. Ketiga ranah public di internet tersebut meliputi Milis (Mailing List), Forum, dan Jejaring Sosial (Social Network)
v  Milis (Mailing List)
Ø  Merupakan layanan surat elektronik berantai di jaringan internet maupun intranet, yang banyak digunakan untuk menggantikan fungsi sebuah forum diskusi, didalam membahas satu atau beberapa buah topic pembicaraan secara bersama-sama dan online. Penggunaan Milis oleh  para anggota di dalamnya hanya mewajibkan adanya kepemilikan akun layanan E-Mail, misalkan akun Google Mail (untuk milis Google atau Google Group) dan Yahoo Mail (untuk milis Yahoo).
§  Aturan yang disebut dengan Etika Milis maupun Netiket Milis antara lain sebagai berikut:
1.      Tidak menjadikan media Milis sebagai tempat untuk penyebar luasan knten pornografi, kekerasan, maupun pelanggaran hak cipta.
2.      Melakukan Forward E-Mail dengan bijak tanpa melakukan Spam, Cross, Pasting, apalagi mengubah isi didalamnya.
3.      Menggunakan kata-kata yang sopan dan terbuka serta memerhatikan penggunaan tanda baca.
4.      Diskusi dilakukan secara sehat dan psortif tanpa melakukan penyerangan secara sepihak terhadap pribadi salah satu anggota milik.
5.      Lakukan penyuntingan bagian yang diperlukan saja pada isi E-Mail yang anda ingin sampaikan ke Milis.
6.      Kurangi penggunakan singkatan, dimana  singkatan hanya digunakan secukupnya saja.
7.      Fokuslah pada topic pembahasan tanpa perlu keluar dari topic pembahasan di Milis tersebut.

v  Forum
Ø  Merupakan salah satu media komunikasi pada jaringan komputer (baik internet, intranet, maupun keduanya), yang mana menyuguhkan layanan yang leih baik dibandingkan Milis.
§  Adapun beberapa buah aturan dan etika dalam Forum antara lain:
1.      Membiasakan diri untuk melihat pertanyaan-perrtanyaan yang telah disampaikan oleh pengguna lainnya.
2.      Membaca petunjuk di dalam forum untuk pemanfaatan fasilitas sekaligus membaca dengan cermah Forum yang diikuti agar sesuai dengan yang diperlukan. Contohnya jika ingin mengetahui tentang system operasi Linux, masuklah ke Forum Linux.
3.      Budayakan kata-kata yang sopan dengan menggunakan tanda baca yang benar.
4.      Tidak melakukan kerusuhan di dalam forum.
5.      Membiasakan diri untuk berterima kasih atas bantuan yang diberikan dan membiawsakan diri untuk sempat membantu pengguna lain.
6.      Tidak menggunakan forum sebagai tempat untuk melakukan jual beli dan penyebar luasan konten porno, kekerasan, SARA, maupun peredaran perangat lunak palsu.
v  Jejaring Sosial (Social Network)
Ø  Salah satu contoh jejaring sosial (Social Network) yang paling banyak digunakan di dunia (termasuk juga di indoneisa) adalah jejaring sosial Facebook.
§  Namun perlu diperhatikan juga beberapa buat etika atau Netiket didalam pemanfaatan jejaring sosial (Social Network) antara lain:
1.      Biasakan untuk menggunakan kata-kata sopan, menggunakan tanda baca dengan benar.
2.      Pertemanan yang dijalin dengan pengguna lainnya hendaknya dilakukan atas dasar saling mengenal satu sama lain agar menjamin bersih dari akun palsu.
3.      Jejaring sosial hakikatnya adalah ranah public. Namun hendaknya tidak semua hal yang berada di ruang privat menjadi konsumsi public dengan cara di umbah-umbar di jejaring sosial.
4.      Jangan mempublish inforrmasi penting tentang diri anda secara detail, kecuali jika anda memerlukannya untuk mempermudah kontak dengan orang lain.
5.      Tidak menyalahgunakan jejaring sosial sebagai media untuk berbagi perangkat lunak bajakan maupun konten bajakan lainnya atau melakukan kegiatan kampanye terselubung, Black Campaign, isu-isu bersifat SARA, dan sebagainnya.
6.      Gunakan media, fasilitas, dan fitur di dalam jejaring sosial untuk berteman baik dengan sesame pengguna internet lainnya maupun untuk berbagi informasi dan pengetahuan.


Social Media sangat erat hubungannya dengan Etika Komputer dan Etika Internet, mengapa? Karena sosial media merupakan bagian daripada Komputer dan Internet , oleh karna itu erat kaitannya dengan Etika Komputer dan Etika Internet. Berinteraksi di Social Media juga ada Etika yang harus diperhatikan dalam berkomunikasi di Social Media, berikut merupakan beberapa Etika dalam penggunaan Social Media:
1.      Menghargai orang lain, yaitu menghargai pengguna Social Media yang lain.
2.      Menggunakan bahasa dan tanda baca yang baik dan benar, agar pengguna lain tidak tersinggung dengan kata-kata kita.
3.      Berhati-hati dalam mempublish sesuatu yang bersifat pribadi, sebaiknya pikirkan dengan matang tentang sesuatu yang akan di publikasikan agar tidak menyinggung orang atau pengguna Social Media lain.
4.      Tidak melakukan Overposting seperti spam dalam mempublish sesuatu.
5.      Perhatikan waktu yang digunakan dalam Social Media.

Jadi, apapun dan dimanapun etika tidak bisa terlepas dari setiap perilaku. Menggunakan Komputer, Internet, dan Social Media juga ada etikanya, agar mencegah seseorang ataupun kelompok melakukan tindakan yang dapat merugikan diri orang lain tersebut maupun merugikan diri sendiri.


*Terimakasih sudah membaca artikel ini, see yaa di artikel selanjutna








REFRENSI:

Eka Pratama, I Putu Agus, Komputer dan Masyarakat (Bab 11 Etika Komputer)

No comments:

Post a Comment